SF Winner Store Goes To Pangandaran

santirah river tubing

Akhir tahun menjadi hal yang biasanya banyak dihabiskan untuk berkumpul bersama orang-orang yang kita cintai. Demikian juga dengan keluarga besar SF Winner Store yang pada tahun ini merencanakan untuk menghabiskan akhir tahun 2017 dengan mengunjungi destinasi di daerah Jawa Barat yaitu Pangandaran. Saya akan sedikit menceritakan perjalanan kami pada saat mengunjungi Pangandaran mulai dari keberangkatan dari Depok sampai ke tujuan. Continue reading

Menutup Tahun 2016 Di Desa Gumati Sentul Selatan

Tahun 2016 sudah mengakhiri eranya, tahun yang banyak sekali tantangannya, tahun dimana ujian datang silih berganti untuk karier saya. Dipenghunjung tahun 2016 seperti tahun sebelumnya kami sekeluarga memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di luar rumah, karena waktu kami yang bekerja sulit sekali bisa bermain bersama anak-anak diluar rumah alias liburan. Dan dipenghujung akhir tahun ini juga bertepatan dengan liburan anak sekolah. Untuk liburan penutup tahun kali ini kami memutuskan untuk menginap di Desa Gumati Resort di kawasan Sentul Selatan. Continue reading

Pusat Penjualan Keperluan Futsal Di Depok

Pusat Penjualan Keperluan Futsal Di Depok

Alhamdulillah pada tanggal 16 November 2016 telah diresmikan SF Winner Store yang merupakan toko olah raga bagian dari SF Winner Futsal Academy. Berdirinya toko ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan peralatan olah raga terutama futsal, dimana siswa dari SF Winner. Selain sebagai toko, SF Winner Store juga berfungsi sebagai sekretariat dari SF Winner dimana bagi siswa baru yang akan mendaftar bisa langsung mengunjungi ke SF Winner Store.

Acara Grand Opening sendiri diisi dengan syukuran kecil-kecilan dengan mengundang anak yatim dan perangkat lingkungan sekitar. Tidak lupa juga semua keluarga besar SF Winner hadir untuk memberikan dukungan dan doa untuk kelancaran usaha dari SF Winner Store.

sf-winner-store-anak-yatimsf-winner-store-perangkat-lingkungan

Anak-anak asuhan coach hendri pun tampak hadir memeriahkan acara grand opening SF Winner Store.

siswa-coach-hendri

SF Winner Store sendiri menyediakan berbagai peralatan olah raga seperti jersey bola, setelan futsal, sepatu futsal, kaos kaki, tas, topi, serta kebutuhan konveksi seperti sablon manual, sablon digital, kaos oblong, kaos polo dan berbagai kebutuhan lainnya. Berikut beberapa foto kemeriahan acara Grand Opening SF Winner Store :

sf-winner-store-pembukaan-tokosf-winner-store-tokosf-winner-store-team-work

Buat yang ingin berkunjung atau order bisa langsung mengunjungi toko SF Winner Store baik secara Offline maupun Online ke alamat :

SF Winner Store

Jl. Raya Sawangan No.15A

Depok, Jawa Barat

Web : http://www.sfwinnerstore.com

SMS/WA : 081285525854

BBM : D3336BA3

Memainkan Game ISO di PSP 3000

hack psp 3000Sabtu pagi ini dimulai dengan ‘ngoprek’ PSP milik anakku yang paling besar. Ceritanya itu PSP setelah beli dan dimainkan sempat tidak bisa lagi memainkan gamenya karena game yang ada itu berjenis ISO hasil download. Setelah tertunda rencana mau mencoba membetulkan PSP nya dikarenakan kesibukan yang ada di bulan Agustus ini akhirnya pagi ini mencoba googling bagaimana menyembuhkan penyakit PSP ini.

Setelah mencoba beberapa trik di blog dan youtube tentang bagaimana ‘menghack’ PSP yang berujung gagal dikarenakan versi firmware yang terinstall di PSP versi terbaru yaitu 6.60. Untuk diketahui dari informasi yang didapat program ChickHEN R2 yang biasa digunakan untuk memanipulasi agar PSP bisa memainkan file iso tidak bisa digunakan untuk firmware yang terbaru.

Sempat putus asa juga tetapi pada saat browsing di youtube melihat program lain selain ChickHEN R2 yang bisa memainkan file ISO, nama program tersebut adalah LME launcher. Setelah mendapat namanya kemudian menemukan tutorial dari website ini http://baym29.heck.in/upgrade-firmware-psp-versi-6-60.xhtml bagaimana caranya menginstall dan menjalankan program LME launcher.

Tahapan yang saya lakukan mengikuti petunjuk blog diatas yaitu :

  1. Download terlebih dahulu program tersebut di http://baym29.heck.in/files/release-660lme-by-baym29.zip
  2. Setelah di download kemudian ekstrak file tersebut.
  3. Hubungkan PSP dengan komputer menggunakan kabel USB.
  4. Setelah terhubung copy folder “installer” dan “launcher” ke direktori /PSP/GAME di memori stick yang ada di PSP.
  5. Kemudian eject PSP kita yang tersambung ke komputer.
  6. Jalankan program LME Installer di menu PSP : Game –> Memory Stick –> LME Installer
  7. Setelah berhasil menginstall maka PSP akan reboot secara otomatis.
  8. Setelah reboot kembali ke menu PSP : Game –> Memory Stick –> pilih LME launcher
  9. Kemudian kembali ke menu PSP : Game –> Memory Stick , maka akan terlihat deretan games yang ada di PSP kita. Sekedar tambahan untuk games yang berektension .ISO harus disimpan pada folder ISO di PSP kita.

Demikian tahapan yang saya lakukan sehingga PSP anak saya bisa kembali beraksi, dan pada akhirnya dia pun senang PSP nya bisa kembali dimainkan dan saya senang telah memenuhi janji saya membetulkan PSP nya 🙂

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

 

Kepada seluruh netizen pengunjung Wawan Hermawan Online, kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Mudah – mudahan media online ini bisa lebih mempererat silaturahmi kami untuk saling memberikan manfaat untuk menjadikan kehidupan ini jauh lebih baik. Kepada netizen yang berangkat mudik diharapkan selalu berhati-hati selama di perjalanan, selamat bertemu keluarga di kampung dan menghabiskan waktu liburan bersama orang-orang tercinta.

 

Diskusi Publik : Tata Kelola Internet

tata kelola internet

Diskusi yang diadakan di ruang serbaguna kementerian komunikasi dan informatika (kemkominfo) menghadirkan topik mengenai tata kelola internet. Apa itu tata kelola internet ? World Summit on the Information Society (WSIS) memberikan definisi tentang “tata kelola Internet” sebagai berikut:

Pembangunan dan penerapan prinsip-prinsip, norma-norma, aturan-aturan, prosedurprosedur pembuatan keputusan, dan program-program yang membentuk evolusi dan penggunaan Internet secara bersama-sama, oleh pemerintah, swasta dan masyarakat sipil dalam peran masing-masing.

 

Model tata kelola Internet faktanya terbilang kompleks karena melibatkan begitu banyak isu, pelaku, mekanisme, prosedur juga instrumen. Sifat dari tata kelola Internet, diwarnai oleh sejumlah kemungkinan yang bisa mempercepat proses perubahan, dan sederet tantangan yang menentukan tujuan pengembangan kebijakan untuk alasan tertentu. Dalam banyak kasus, sebuah problematika menjadi gejala atas sejumlah problematika lainnya.

Termasuk di Indonesia, perlu adanya tata kelola Internet Indonesia yang dirumuskan bersama oleh pemangku kepentingan majemuk (multi-stakeholder), yaitu dari unsur pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi dan komunitas teknis. Harapannya, dengan semangat dialog yang kolaboratif, egaliter dan inklusif antar para pihak, maka penyusunan, pelaksanaan dan pengawasan tata kelola Internet di Indonesia akan menjadi lebih baik kedepannya. Tata kelola Internet yang professional, transparan dan akuntabel akan dapat mendorong pemaksimalan potensi manfaat dan dampak positif Internet untuk masyarakat Indonesia, serta meminimalisir potensi kerugian dan dampak negatifnya.

diskusi publik tata kelola internet

Pada 1 November 2012, komunitas internet Indonesia mendeklarasikan Indonesia – Internet Governance Forum (ID-IGF), yang menjelaskan mengenai pentingnya kerjasama secara multistakeholder dalam tata kelola internet. Deklarasi tersebut, ditandatangani oleh 20 perwakilan, yang hasilnya antara lain penyelenggaraan IGF ke 8 bulan Oktober 2013 di Bali, Indonesia. IGF ke-8 adalah forum global yang diinisiasi oleh PBB yang menyebarkan isu tentang tata kelola internet secara multistakeholder. Namun, ID-IGF tidak hanya mengurusi mengenai forum IGF saja melainkan forum lainnya yang masih berhubungan dengan tata kelola internet.

Proses kerjasama pemangku kepentingan majemuk di ID-IGF terus berlanjut, antara lain pada bulan Agustus 2014 telah dilaksanakan Dialog Nasional. Dialog Nasional tersebut dihadiri oleh 366 peserta dari para multi – pemangku kepentingan. Peserta tersebut mengikuti 12 panel diskusi, yang dibagi menjadi beberapa tema antara lain infrastruktur, sosialbudaya, ekonomi dan hukum.

Dalam diskusi publik ini didatangkan pembicara utama yaitu Dr Jovan Kurbalija, penulis buku Internet Governance. Berikut sekilas mengenai Jovan Kurbalija :

Dr Jovan Kurbalija is the founding director of DiploFoundation and Head of the Geneva Internet Platform. He is a former diplomat with a professional and academic background in international law, diplomacy, and information technology. In 1992, he established the Unit for IT and Diplomacy at the Mediterranean Academy of Diplomatic Studies in Malta. In 2002, after more than ten years of successful work in training, research, and publishing, the Unit evolved into DiploFoundation. This organisation is specialized in the training of diplomats in Internet policy issues. Kurbalija directs online learning courses on ICT and diplomacy and lectures in academic and training institutions in Switzerland, the United States, Austria, the United Kingdom, the Netherlands, and Malta. His main areas of research are diplomacy and the development of an international Internet regime, the use of hypertext in diplomacy, online negotiations and diplomatic law. He is the author of An Introduction to Internet Governance book, which has been translated into eight languages and is now in its 6th edition. At the age of 50, Kurbalija is the very image of the Internet: frenetic, captivating, and globalised. He has been studying the issue of the Internet for twenty years, all around the world, before he finally settled in Geneva, where more than 50% of the decisions about the Internet are being made. ‘We must listen, explain, and share, to build mutual confidence. This is the key of e-diplomacy.’ Kurbalija has inherited this wisdom from his own personal experience. He comes from Belgrade, a ‘fascinating city at the crossroads of East and West’, from a country of ex-Yugoslavia, which he saw disappear from the maps in just one day. It was in 1992, at the end of the Balkans conflict. ‘My country became virtual. So I’ve chosen virtual e-diplomacy,’ he quips. In everyday life, the loss of his ‘homeland’ inspires him to be humble, but also to respect small states and their claims. Within DiploFoundation, he works to strengthen their participation in digital issues by giving them a voice.

– http://giplatform.org/resources/ambassador-internet-jovan-kurbalija

– http://www.diplomacy.edu/courses/faculty/kurbalija

Jovan Kurbalija