in Bisnis

Mengenal Metode SCRUM Dalam Pengembangan Produk Digital

Sharing is caring!

Scrum merupakan salah satu framework yang populer dalam  manajemen proyek berbasis agile. Banyak metodologi lain selain scrum yang sebenarnya dapat dipelajari. Berikut merupakan beberapa framework yang masih berada dalam naungan agile.

Apabila dilihat, banyak sekali metode yang dpat digunakan, mulai dari scrum, extreme programming, test driven development, bahkan beberapa versi scrum yang di extend untuk penggunaan skala yang lebih besar. Berdasarakan data dari survey yang dilakukan ScrumAlliance.com, 94% dari manajemen proyek berbasis agile dilakukan dengan menggunakan scrum, dengan 78% nya menggunakan scrum bersamaan dengan pendekatan lain, dan 16% nya menggunakan scrum secara eksklusif. Dari data ini, dapat dilihat bahwa scrum sebenarnya merupakan cara kerja yang digunakan hampir di sebagian besar proyek berbasis agile. Meskipun beberapa perusahaan menggunakan metode selain scrum, akan tetapi secara umum, mayoritas tetap menggunakan scrum sebagai metode manajemen proyeknya.

Agile Umbrella

Panduan Scrum

Sejak 1990-an, scrum digunakan dalam perkembangan berbagai hal. Fungsi dari Scrum adalah:

  • Menganalisis kemampuan produk dan menggali sektor pasar yang berpotensi
  • Mengembangkan nilai dan kualitas produk
  • Menciptakan produk yang telah mengalami peningkatan dan perkembangan dalam tempo waktu yang singkat
  • Mengelola operasional sistem beserta lingkungan operasional lain untuk pengguna produk
  • Memelihara dan melakukan peningkatan produk.

Scrum adalah sebuah kerangka kerja, sehingga di dalamnya terdapat mini tim untuk mensukseskan misinya. Scrum team terdiri dari 6-10 orang, terdiri dari product owner, development team, dan scrum master. Scrum Team sangat fleksibel dan mampu beradaptasi, sesuai dengan kemampuan dan etos kerja tim.

Tim ini mengelola pekerjaannya sendiri, maksudnya tim ini tidak diperintah oleh orang lain di luar Scrum team. Mereka bertugas untuk memaksimalkan peluang yang ada serta menggali potensi pasar, sehingga Scrum Team dapat memproduksi sekaligus menghantarkan suatu produk dengan mendapatkan umpan balik dari masyarakat.

Product Owner

Product Owner ialah seseorang yang bertanggung jawab dalam memaksimalkan nilai sebuah product  Development Team untuk diproduksi dan dipasarkan. Product owner berhak meminta Development team untuk mengerjakan sebuah produk.

Development Team

Development Team merupakan para ahli profesi yang bekerja dalam mengembangkan seuah produk. Development team berhak untuk mengelola pekerjaan mereka sendiri dengan memperhatikan target perkembangan nilai terhadap sebuah produk.

Sehingga kerja sama dalam tim ini menjadi poin penting kesuksesan scrum team.  Meskipun waktu pengerjaan produk fleksibel, Developer team tetap memiliki sejumlah waktu atau biasa disebut dengan sprint.

Baca juga: Cara Install Sqlmap Di Windows 7

Jumlah anggota development team bergantung pada aspek perkembangan sebuah produk, namun idealnya development tim terdiri dari 4-8 orang. Jumlah ini dinilai efektif karena kinerja development team akan tetap memiliki hubungan koordinasi yang baik serta  produktivitas yang maksimal.

Kurang dari 4 orang dapat mengakibatkan rendahnya kreativitas dan produktivitas tim, terkait gagasan dan waktu. Sedangkan 9 orang atau lebih dapat menimbulkan kompleksitas yang tinggi dalam menghadapi sebuah permasalahan.

Scrum Master

Sedangkan Scrum Master bertanggung jawab dalam menyampaikan dalam memperkenalkan scrum kepada orang-orang di luar scrum team, namun juga bertanggung jawab untuk melayani dan menjelaskan maksud dan tujuan perkembangan produk kepada scrum team. Tugas utama Scrum Master ialah memastikan Scrum Team tetap fokus pada pekerjaannya.

Scrum Master berhubungan dengan kedua belah pihak, baik internal maupun eksternal. Kepada Product owner, ia bertanggung jawab untuk membantu product owner dalam menemukan teknik yang paling efektif, memberikan fasiltas acara-acara Scrum saat dibutuhkan, dan membantu Scrum Team untuk memahami perlunya Product Backlog.

Sedangkan kepada Development team, Scrum Master bertanggung jawab dalam membantu menghasilkan produk yang bernilai tinggi serta meminimalisasi bahkan menghilangkan kendala yang ditemui oleh Development team.

 

Mengapa Menggunakan Scrum

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai Scrum, kita coba ingat dahulu sebenarnya alasan kita menggunakan scrum ? mengapa tidak menggunakan metode metode lain seperti XP, Kanban, dan lainnya. Berikut merupakan beberapa alasan yang menjelaskan keuntungan dari penggunaan metode scrum.

  1.  Adaptabilitas
    Proyek / Produk yang dikembangkan dengan metodologi scrum, memiliki adaptabilitas yang tinggi terhadap perubahan.
  2. Transparency
    Transparansi dalam pengerjaan tugas dapat dilihat oleh siapapun, tidak hanya pada orang orang yang mengerjakan proyek saja.Hal ini dapat dilihat dari adanya scrum boardburn down chartvelocity, dan lainnya.
  3. Continuous Feedback
    Kerangka kerja scrum memungkinkan adanya saran perbaikan yang terus menerus karena telah terintegrasi dalam kerangka kerja. Hal ini ditunjukkan dengan daily standupskemudian Sprint Review & Retrospective.
  4. Continuous Impovement
    Kerangka kerja scrum melakukan pengembangan dengan cara iterative menggunakan sprint, sesuai kebutuhan bisnis yang didasarkan dari product backlog.
  5. Continuous Delivery of Value
    Kerangka kerja scrum selalu memberikan hasil berupa increment pada setiap akhir sprint nya. Dan hasil yang diberikan ini akan selalu memiliki value karena dikerjakan berdasarkan urutan product backlog yang telah diprioritaskan.
  6. Sustainable Pace
    Walaupun adaptif terhadap perubahan, kerangka kerja scrum juga tidak didesain untuk memberatkan dari sisi tim pengerjaan proyek. Hal ini karena setiap sprint dalam scrum selalu diestimasi dan dinilai dari tingkat kesulitan pekerjaannya, dan perubahan memiliki cara tersendiri untuk disampaikan (Dalam product backlog).
  7. Each Delivery of High Value
    Dalam kerangka kerja scrum product backlog yang masuk pada sprint akan selalu diurutkan berdasarkan prioritas oleh Product Owner. Sehingga hal ini akan memberikan value terbaik untuk user pada setiap iterasinya.
  8. Efficient Development Process
    Kerangka kerja scrum memiliki batas waktu dari meeting, dan juga meminimalisir pekerjaan yang tidak perlu sehingga setiap anggota bisa fokus dalam pengerjaan proyek / pengembangan produk.
  9. Motivation
    Dalam kerangka kerja scrum terdapat proses yang mengevaluasi cara kerja untuk dapat memperbaiki pekerjaan pada sprint berikutnya. Perbaikan yang dilakukan secara terus menerus ini dapat membantu meningkatkan kinerja dari tim secara keseluruhan
  10. Faster Problem Resolution
    Dalam kerangka kerja scrum, sebuah tim terdiri dari cross functional team yang saling berkolaborasi sehingga resolusi dari sebuah masalah dapat diselesaikan lebih cepat
  11. Effective Deliverables
    Proses Prioritisasi Backlog dan Review yang dilakukan secara regular memastikan deliverables yang diberikan oleh tim kepada user efektif
  12. Customer Centric
    Kerangka kerja scrum menekankan pada nilai bisnis dari sebuah pekerjaan dan pendekatan yang kolaboratif sehingga memastikan user menjadi prioritas utama.
  13. High Trust Environment
    Adanya kegiatan Retrospective & Daily Standups meningkatkan transparansi dalam tim, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan antara satu anggota proyek dengan yang lain.
  14. Collective Ownership
    Kerangka kerja scrum membuat tim proyek dapat ikut punya kepemilikan bersama dalam proyek  dilihat dari user story. Tim proyek secara bersama sama akan berusaha menyelesaikan user story yang diambil dalam satu sprint.
  15. High Velocity
    Kerangka kerja scrum yang menekankan pada kolaborasi tim cross functional membuat tim dapat mengeluarkan potensi terbaiknya.
  16. Innovative Environment
    Kerangka kerja scrum memiliki retrospective dan review yang dapat dijadikan sarana untuk belajar, introspeksi dan adaptif sehingga dapat memunculkan lingkungan yang inovatif

Jika Anda tertarik untuk mengimplementasikan Scrum, maka ada baiknya dimulai dengan metode Scrum untuk sebuah proyek kecil terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk membantu anda dalam memahami setiap peran beserta tugas masing-masing anggota tim. Selain itu dari metode-metode yang ada pada Scrum Anda akan mulai terbiasa untuk memiliki pola pikir sesuai porsinya.

Sebagai Agen Transformasi Digital, WawanHermawan.com tidak hanya memberikan solusi langsung secara teknis tetapi juga memberikan dasar penguatan teori untuk bisa mensukseskan organisasi atau bisnis yang ingin bertransformasi dari sebuah kegiatan konvensional ke digital. Kami juga berkomitmen dalam memberikan edukasi serta layanan terbaik bagi para pelanggan.

Ingin mendapatkan informasi bermanfaat seperti di atas? Jangan lupa untuk like dan follow instagram @wawan9hermawan agar mendapatkan notifikasi lebih cepat.

Write a Comment

Comment