Perjalanan Jakarta – Yogyakarta Lewat Tol Trans Jawa : Liburan Akhir Tahun 2022

Tahun 2022 tidak terasa sudah akan berakhir, sejak negara api menyerang a.k.a Pandemi Covid19 di tahun 2019 akhir bagi saya waktu itu terasa makin cepat berlalu. Begitu juga di tahun 2022 ini sepertinya baru kemarin dimulai ternyata hari ini sudah ada di penghujung tahun dan akan memasuki tahun baru 2023.

Dan dipenghujung tahun 2022 ini bertepatan dengan waktunya libur anak sekolah, sehingga saya pun memutuskan mengambil waktu cuti untuk bisa nantinya menemani anak mengisi waktu liburannya. Untuk liburan kali ini kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke Yogyakarta dengan mencoba hal baru yaitu mengendarai mobil sendiri. Yaa betul ini adalah hal baru terutama buat saya yang belum pernah pergi jauh mengendarai mobil sendiri, paling jauh paling ke cirebon hehe.

Kami merencanakan untuk memulai waktu liburan yaitu pada tanggal 26 Desember 2022 sampai dengan 30 Desember 2022. Untuk tempat liburannya sendiri kami erencanakan akan menuju 3 tempat yaitu Yogyakarta, Semarang dan Pekalongan. Keseruan yang akan kita dapatkan nanti akan diceritakan dalam beberapa postingan di blog saya ini. Untuk yang pertama saya akan mencoba berbagi pengalaman dan keseruan dalam perjalanan darat mencoba Tol Trans Jawa menuju Yogyakarta.

Keberangkatan hari pertama liburan yaitu ke kota Yogyakarta, kami berangkat dari rumah pada tanggal 26 Desember 2022 sekitar pukul 05.00 WIB. Diharapkan dengan berangkat pagi kami bisa sampai Yogyakarta tidak terlalu malam karena khawatir akan terjadi kemacetan di libur nataru tahun ini. Pintu tol yang kami gunakan untuk memulai perjalanan yaitu pintu tol sawangan Depok menuju ruas jalan tol lingkar luar jakarta. Untuk tol JORR ini relatif masih sepi, mungkin karena masih pagi sehingga jalan lancar sampai dengan kami masuk ke tol cikampek melalui jalan layang tol cikampek yang sering juga disebut Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (Jalan Layang MBZ). Setelah melewati tol layang cikampek kami memasuki pintu tol Cikampek Utama sebagai gerbang awal untuk masuk ke ruas Tol Trans Jawa.

Untuk ruas Tol Trans Jawa sendiri nantinya akan melewati beberapa ruas tol diantaranya Cikampek-Palimanan: 116,75 km, Palimanan – Kanci: 26,30 km, Kanci – Pejagan: 35,00 km, Pejagan – Pemalang: 57,50 km, Pemalang – Batang: 39,20 km, Semarang – Batang: 75,00 km, Semarang Seksi A,B,C: 24,75 km, Semarang-Solo: 72,95 km.

Pintu tol utama nya sendiri yang kami lewati ada dibeberapa titik, ada yang hanya lewat saja dan ada juga yang berbayar. Untuk menuju Yogyakarta selain pintu tol Cikampek Utama ada juga pintu tol Palimanan dan pintu tol Kalikangkung yang menjadi point-point utama menurut saya didalam ruas tol Trans Jawa ini.

Gerbang Tol Palimanan

Gerbang Tol Palimanan

Selama menempuh perjalanan melalui ruas tol Trans Jawa ini memang saya mendapatkan sensasi sendiri dalam berkendara, dimana tiap-tiap ruas tol mempunyai karakteristik yang berbeda ada yang jalan nya lurus terus sampai bikin bosan ada juga jalan nya yang naik turun dan berkelok seperti ruas tol cipularang. Tapi yang membuat kita tidak bosan dalam menempuh perjalanan di tol Trans Jawa ini adalah pemandangan sekitarnya yang bisa memanjakan mata, pemandangan berupa persawahan dan pegunungan membuat panjangnya tol tersebut seperti tidak terasa untuk dilalui.

Setelah melewati ratusan kilometer kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sekalian mengisi bahan bakar mobil yang sudah mulai menipis. Kami memutuskan untuk berhenti di rest area 379A ruas Tol Batang-Semarang dan waktu menunjukan pukul 13.19 WIB.

Rest Area 379a

Rest Area 379a

Setelah menyelesaikan makan siang, shalat dzuhur dan mengisi bahan bakar kami melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Dan kami berencana menggunakan exit tol Kartasura atau Colomadu untuk menuju kota Yogyakarta, karena kami mendapatkan informasi sebelumnya dari hotel tempat kami menginap bahwa lebih dekat dengan exit pintul tol tersebut dan jalannya juga merupakan jalan raya besar sehingga lebih mudah diakses.

Mendekati exit tol Kartasura di ruas tol Semarang – Solo cuaca berubah menjadi hujan sehingga sedikit tidak membuat nyaman karena jarak pandang yang terbatas dan tentunya bagi pengendara harus lebih hati-hati disaat kosentrasi mulai menurun karena faktor kelelahan dari perjalanan jauh.

Seperti yang direncanakan akhirnya kami keluar di exit tol Kartasura atau Colomadu, kami mengikuti peta yang ada di aplikasi Waze. Sempat kebingungan dengan arah yang diberikan oleh aplikasi karena masuk ke jalan-jalan kecil dan melewati perkampungan setelah keluar dari gerbang tol Kartasura. Satu pengalaman pertama yang saya dapatkan dari perjalanan setelah exit tol Kartasura ke Yogyakarta ini adalah banyak sekali lampu merah yang harus dilalui sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dan juga lebih terasa capeknya karena cenderung macet.

Karena banyaknya lampu merah dan macet di jalan raya melalui Klaten ini mengakibatkan target kita untuk sampai hotel tempat kita menginap di Yogyakarta jam 15.00 WIB menjadi tidak tercapai. Kami baru sampai di Hotel The Jayakarta Hotel & Spa Yogyakarta ini sekitar pukul 17.30 WIB dan juga kami disambut dengan hujan yang sangat deras sesaat kami sampai di Lobby Hotel.

Kamipun bersiap untuk check-in dan menurunkan barang-barang, karena hujan cukup deras sehingga ada sedikit kerepotan dalam membawa barang-barang karena posisi parkiran ke kamar hotel cukup jauh. Untuk pengalaman selanjutnya terkait menginap di hotel dan juga mengexplore Yogyakarta akan saya tulis di artikel selanjutnya.

Implementasi Tanda Tangan Elektronik Pada Sertifikat Akreditasi Perguruan Tinggi

implementasi sertifikat digital di banpt

Implementasi tanda tangan elektronik saat ini semakin menunjukan peningkatan yang cukup tinggi, penyelenggara transaksi elektronik atau yang mempunyai aplikasi elektronik sesuai peraturan yang berlaku memang harus mengimplementasikan Sertifikat Digital untuk menjaga keamanan dalam bertransaksi. Begitupun dengan Badan Akreditasi Nasional Perguran Tinggi (BANPT) menyadari pentingnya tanda tangan elektronik untuk di implementasikan di aplikasi yang dimiliki saat ini. Continue reading

Implementasi Sertifikat Digital di Aplikasi Perijinan DPMPTSP Pemerintah Kabupaten Kuningan

implementasi sertifikat digital di perijinan pemkab kuningan

Kuningan – Demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kuningan merealisasikan terobosan baru.

Pada tanggal 9 Maret 2018, Realisasi itu dibuktikan setelah serah terima Sertifikat Elektronik dari Kepala Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi (BJIK), Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT), Kelik Budiana, M. Kom., kepada Kepala DPMPTSP Kuningan, Lili Suherli, di Aula Kantor DPMPTSP Kuningan Continue reading