Berlibur Di Kampung Gajah

Posted on

Liburan hari kedua punya rencana buat mengunjungi tempat wisata kampung gajah yang ada di sekitar jalan sersan bajuri. Berangkat dari hotel sekitar pukul 11 siang setelah menemani rafa berenang jalan yang dilalui memang tidak terlalu jauh tapi siang itu jalanan menuju sersan bajuri agak sedikit macet, tadinya mau putar balik aja ke arah setia budi melihat kondisi jalanan seperti itu tapi setelah bertanya pada pak polisi yang sedang bertugas macet disebabkan ada acara wisuda di kampus UPI. Setelah mengetahui jarak macet cuman beberapa meter lagi saya putuskan tetap dengan rencana awal pergi ke kampung gajah.

Untuk menuju kampung gajah di sepanjang jalan banyak informasi petunjuk arah yang menuju lokasi sehingga bagi yang pertama kali kesana seperti saya dijamin tidak akan menemui kesulitan untuk menemukan tempat tersebut. Kalau dari arah setiabudi kita belok kiri ke arah ledeng.
Pada saat tiba di kampung gajah langsung berhenti di tempat pembelian karcis. Pada saat menanyakan harga karcis agak kaget juga ternyata tiket masuk kesana harganya sekitar 200 ribu per orang, cukup mahal juga saya pikir hampir sama dengan kita masuk ke trans studio bandung.  Tetapi karena sudah niat ke tempat ini masa mesti balik lagi 🙂 . Akhirnya saya bayar sekitar 410 ribu plus mobil masuk, setelah masuk langsung menuju tempat parkir mobil yang lumayan luas. Disana sudah banyak juga mobil parkir menandakan sedang rame kampung gajah.

Setelah parkir kemudian kita mencari tempat makan terlebih dahulu, dikarenakan rafa sudah lapar sekali. Mencari food court yang memang banyak di kawasan kampung gajah akhirnya rafa minta dibelikan mie rebus plus nasi. Pada saat menerima bon makanan agak kaget juga semangkok mie harganya sekitar 26 ribu. Hehe kirain saya salah melihat angka tapi ternyata memang benar.

Daftar permainan yang ada di kampung gajah bisa kita lihat di tiket masuk, diantaranya : aquaboat, bumper boat, trampoline, amphibi, jetski, buggy offroad, mini atv, mini buggy, moto golf, chopper, buggy, atv adventure, horse riding, delman royal, sky rider, formula kart, futuristic train, tubby, bodycycle, octopus racer, wave pool, kiddy pool, playground. Semua permainan tersebut dapat kita nikmati secara gratis dikarenakan sudah termasuk di tiket masuk. Untuk permainan yang harus bayar lagi diantaranya teater 4D , segway, sky view.
Permainan yang pertama kali kita coba adalah Buggy. Rafa terlihat menikmati permainan ini, sepanjang perjalanan teriak melepas tegangnya naik buggy. Sekali permainan kita diperbolehkan untuk melalukan 2 ( dua ) kali putaran mengelilingi track yang ada. Lumayan jauh sih track yang ada jadi walaupun cuman dua putaran cukup puas menikmatinya.


Permainan kedua yang rafa naiki yaitu horse riding, kenapa saya tidak ikut naik dikarenakan bobot yang diperbolehkan untuk naik kuda yaitu maksimal sekitar 60 kg. Berat saya berapa ya, yang pasti lebih dari 60 kg dan kalau nggak salah sekitar 80 kg 🙂 . Bak seorang koboi rafa begitu antusias menaiki kudanya, dibantu oleh sang joki perlahan kuda mulai jalan menaiki bukit dan jalanan.

Setelah naik kuda permainan ketiga yang kita coba yaitu futuristic train. Kereta yang jalannya sangat pelan dan hanya bisa dinaiki sekitar 10 orang. Ya lumayan lah yang penting rafa bisa foto – foto dari dalam kereta.

Permainan keempat yang kita coba yaitu bumper boat. Pada saat mencoba permainan keempat ini hujan sudah mulai turun walau masih rintik – rintik. Bumper boat permainan menggunakan perahu karet yang digerakan dengan mesin yang harus kita kendalikan. Agak sudah juga sih ditambah bau bensin atau solar yang menyengat keluar dari asap mesin. Saking susahnya saya mengendalikan yang harusnya dapat 3 putaran saya cuman dapat satu putara karena rafa sudah mulai nggak nyaman karena perahu nya selalu berputa-putar he.he.he..

Hujan mulai deras mengguyur kawasan kampung gajah, akhirnya sementara kita berteduh dulu kemudian bergerak ke tempat pemutaran film 4 D. Saya tadinya mengajak rafa untuk menonton film – film yang ada disitu walaupun harus merogoh kocek tambahan sekitar 40 ribu per orang. Tetapi karena film – film yang ada kebanyakan film serem serperti zombie akhirnya urung dech nonton filmnya.

Hujan belum reda juga akhirnya saya memutuskan untuk mencoba satu permainan lagi yang tidak terkena air hujan yaitu moto golf. Hampir sama sih dengan buggy cuman ukuran mobilnya agak kecil dan kita hanya diperbolehkan untuk memainkan satu putaran saja.
Karena hujan turun dengan derasnya terpaksa kita tidak lagi mencoba permainan yang lain. setelah mencari toilet saya membelikan dulu topi buat rafa biar tidak kehujanan dan satu payung agar bisa berjalan menuju tempat parkir.

Akhirnya kami meninggalkan tempat parkir sekitar pukul 3 sore di temani hujan deras kami meninggalkan kampung gajah yang tidak ada gajahnya 🙂 menuju hotel . Cukup puas bermain disana, mungkin suatu saat kalau rafa sudah mulai besar kita bisa mencoba permainan lainnya yang lebih ekstrem yang lebih menantang. Sampai jumpa lagi kampung gajah  ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *